Legenda

Banyuwangi

ISBN : 979403861X
Sumber Katalogisasi : JKPNPNA
Bahasa : ind
Kode Wilayah : jii
Nomor Klasifikasi Lain : 899.221 332 [23]
Nama Pengarang : Putu Praba Darana
Keterangan Publikasi: Jakarta : [s.n.], 1990
Deskripsi Fisik : 296 hlm. : ilus. ; 18 x 11 cm.
Catatan Umum: Buku Trilogi
Catatan Ringkasan Isi : Adanya Banyuwangi mulanya berasal dari salah satu dongeng,yaitu cerita legenda Sritanjung-Sidopekso.Dahulu ada salah satu Raja bernama Prabu Sulakrama,dia mempunyai seorang patih yang bernama Raden Sidopekso.Sidopekso mempunyai seorang yang sangat cantik sehingga Raja Sulakrama jatuh hati pada Sritanjung.Agar raja dapat menggoda Sritanjung,Raja menyuruh Sang Patih menjalankan perintahnya yang kira-kira membutuhkan waktu yang cukup lama. Selama Sidopekso pergi,raja mencari cara agr dirinya bisa menggoda Sri Tanjung.Namun ternyata keinginannya tersebut tidak terlaksana.Ketika Raden Sidopekso telah selesai menjalankan tugasnya,dia segera menemui raja.raja sangat marah karena keiginannya tidak dapat terpenuhi.Sang raja memfitnah Sritanjung bahwa selama Sidopekso pergi Sritanjung main serong dengan orang lain.Mendengar itu Sidopekso segra pulang ke rumahnya.Di rumahnya Sidopekso tidak bisa membendung amarahnya pada Sritanjung.Dia menuduh Sritanjung menghianati dirinya.Sritanjung mencoba menjelaskan sebenarnya yang terjadi.Namun Sidopekso mengelaknya dan berniat membunuh Sritanjung. Sritanjung di bawa olehnya ke pinggir sungai.Dengan rasa mensal,Sritanjung mencoba menceritakan hal yang sebenarnya terjadi dan menolak tuduhan suaminya.Namun mendengar kata-kata istrinya, amarah Sidopekso semakin berkobar.Untuk mencoba membuktikan rasa setianya pada suaminya,Sritanjung meminta agar Sidopekso membunuhnya.Permintaan terakhirnya adalah agar jasadnya di hanyutkan ke sungai yang keruh.Dia berpesan apabila air sungai tersebut berbau amis,maka benar bahwa dia telah melakukan kesalahan. Patih Sidopeksi tak dapat lagi membendung amarahnya,dia langsung menancapkan kerisnya ke dada Sritanjung,seketika itu Sritanjung meninggal.Lalu mayad Sritanjung segera di tenggelamkan ke sungai.Setelah beberapa saat Sidopekso sangat kaget,air yang tadinya keruh beruah menjadi bening seperti kaca.Selain itu air tersebut menyebarkan bau harum.Merasakan itu Sidopekso sangat menyesal dengan apa yang telah di perbuatnya pada Sritanjung.Dia marah-marah pada dirinya sendiri sambil berteriak-teriak layaknya orang gila.Dia berjalan sempoyongan dan akhirnya tercebur ke pinggir sungai.Tanpa tersa Sidopekso mengucapkan Banyuwangi……. Banyuwangi…… Banyuwangi……….. Hingga akhirnya orang-orang menamai daerahnya BANYUWANGI.
Dokumen Digital 1 : 5945banyuwangi_cover_1_sigit.jpg
Ukuran file : 14,304 byte

 
Pemutakhiran

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

Pernyataan Privasi | Ketentuan Penggunaan

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia